Saturday, March 24, 2018

Secuplik Kisah Duka

Secuplik kisah duka

    Senyum, senyum yang dulu begitu manis, penuh keceriaan, penuh kasih sayang kini serasa pahit dan lusuh . Kisah yg dulu begitu indah kini berubah menjadi duka. Duka yg sampai sekarang masih menjadi misteri di hati. Misteri yang mungkin tak akan terungkap dan tak ingin ku ungkap. Begitu sakit, sakit jika mengingat semua kisah yg telah  ku rajut tercerai menjadi helaian benang yg tak berarti lagi.  Helaian yg tersapu angin, terombang ambing tak tentu arah. Helaian yang rapuh karena tak terkuatkan dengan helaian lain. Mungkin salah ku yg tak mampu menjaga rajutan itu sehingga tangan –tangan tak bertanggung jawab dengan mudah mengoyak bahkan menghancurkannya. Seperti kisah ku. Mungkin karena aku terlalu larut dalam cinta yg kau berikan hingga aku lupa jika aku perlu menjaga cinta itu agar tetap tumbuh dan berkembang di dalam hati kita. Mungkin kisah ini terlalu indah untuk ku, hingga aku terlena oleh keindahannya. Mungkin cinta ku terlalu besar, hingga kesalahan yg kau lakukan begitu lekat di hati ku. Kesalahan yang menghadirkan luka di sini.Luka yang sebelumnya tak pernah ku bayangkan akan bersemayam di hatiku, kini telah tumbuh dan bahkan akrab dengan kebencian ku. Luka yang begitu lekat, Menjajari luka-luka yang lain. Bahkan ia terlihat lebih runcing dan tajam, yang siap untuk menusuk bahkan melukai sesuatu yang ku sebut cinta. Cinta yang lembut dan suci,yang  begitu ingin di kasihi malah mendapat perlakuan yang berbading terbalik dengan apa yang ia harapkan. Mungkin ini sebuah pengajaran untuk ku agar aku lebih  berhati – hati untuk menaruh kan hati dan cinta ku.  Atau mungkin tuhan yang tak mengijinkan aku bersama mu karena tuhan telah memilihkan seseorang yg lebih baik untuk ku. Mungkin tuhan tak tau bagaimana caranya memisahkan kita, hingga dia menghadirkan luka yang ini. Luka yg begitu pedih, hingga aku akan melepaskan diri dari mu.  Aku tau sekenario tuhan lebih indah dari apa yang telah aku rencana kan. Dan aku hanya akan menunggu saat itu tiba. Saat dimana benang rapuh ini akan kembali di rajut, oleh insan pilihan tuhan untuk ku.

1 comment: