Secuplik kisah duka
Senyum, senyum yang
dulu begitu manis, penuh keceriaan, penuh kasih sayang kini serasa pahit dan
lusuh . Kisah yg dulu begitu indah kini berubah menjadi duka. Duka yg sampai
sekarang masih menjadi misteri di hati. Misteri yang mungkin tak akan terungkap
dan tak ingin ku ungkap. Begitu sakit, sakit jika mengingat semua kisah yg
telah ku rajut tercerai menjadi helaian
benang yg tak berarti lagi. Helaian yg
tersapu angin, terombang ambing tak tentu arah. Helaian yang rapuh karena tak
terkuatkan dengan helaian lain. Mungkin salah ku yg tak mampu menjaga rajutan
itu sehingga tangan –tangan tak bertanggung jawab dengan mudah mengoyak bahkan
menghancurkannya. Seperti kisah ku. Mungkin karena aku terlalu larut dalam
cinta yg kau berikan hingga aku lupa jika aku perlu menjaga cinta itu agar
tetap tumbuh dan berkembang di dalam hati kita. Mungkin kisah ini terlalu indah
untuk ku, hingga aku terlena oleh keindahannya. Mungkin cinta ku terlalu besar,
hingga kesalahan yg kau lakukan begitu lekat di hati ku. Kesalahan yang
menghadirkan luka di sini.Luka yang sebelumnya tak pernah ku bayangkan akan
bersemayam di hatiku, kini telah tumbuh dan bahkan akrab dengan kebencian ku.
Luka yang begitu lekat, Menjajari luka-luka yang lain. Bahkan ia terlihat lebih
runcing dan tajam, yang siap untuk menusuk bahkan melukai sesuatu yang ku sebut
cinta. Cinta yang lembut dan suci,yang begitu ingin di kasihi malah mendapat perlakuan
yang berbading terbalik dengan apa yang ia harapkan. Mungkin ini sebuah
pengajaran untuk ku agar aku lebih berhati – hati untuk menaruh kan hati dan
cinta ku. Atau mungkin tuhan yang tak
mengijinkan aku bersama mu karena tuhan telah memilihkan seseorang yg lebih
baik untuk ku. Mungkin tuhan tak tau bagaimana caranya memisahkan kita, hingga
dia menghadirkan luka yang ini. Luka yg begitu pedih, hingga aku akan
melepaskan diri dari mu. Aku tau
sekenario tuhan lebih indah dari apa yang telah aku rencana kan. Dan aku hanya
akan menunggu saat itu tiba. Saat dimana benang rapuh ini akan kembali di
rajut, oleh insan pilihan tuhan untuk ku.
hemmm nice
ReplyDelete